Case Sudy


Mixing Code
By: Agus Nasruloh
Pada hari itu kamis kira-kira minggu ke-3 bulan Juli 2009 adalah hari pertama saya masuk kelas. Dimana pada waktu itu adalah jadwal saya masuk kelas VII B. Seperti biasa saya bertegur sapa dan sekaligus memperkenalkan diri karena itu adalah pertemuan yang pertama kali bagi kami sekaligus sebagai upaya warming up karena pokok bahasan yang pertama kali saya akan membahas tema”Introducing our self “
Pada acara tegur sapa, saya awali pembicaraan saya dengan ucapan salam dan kemudian saya coba melontarkan teguran dengan menggunakan Bahasa Inggris, “Good morning”, kata saya dan Alhamdulillah sebagian besar dari mereka bisa menjawab dengan mengatakan “Good morning” bahkan ada yang ditambahi dengan kata “Sir” yang pengucapannya masih seperti penulisannya (sir) walaupun ada juga sebagian siswa yang hanya melihat dan nampak heran atau sepertinya apriori dengan ucapan teman-temannya(mungkin tidak ngerti atau bingung ). Kemudian saya coba dengan mengatakan kosa kata lain “How do you do?” dan jawaban nya beragam ada yang menjawab dengan benar “How do you do” ada juga yang menjawab denga jawaban “No” dan “Yes” yang belum tahu apa yang mereka pahami dengan Pertanyaan kaya gitu. Kemudian supaya mereka paham dengan apa yang guru katakan dan lebih pamiliar dengan kata-kata bahasa Inggris saya menjelaskan dengan bahasa Inggris, student If some body asks you how do you do, please reply him/her how do you do. Para siswa ada yang menjawab” yes” ada juga yang menjawab “no”. Saya berpikir beberapa siswa yang menjawab dengan kata “Yes” mengetahui dan memahami apa yang saya katakan dan apa yang saya maksud, namun ternyata saya coba dengan ujaran yang sama kepada siswa tersebut “How do you do?” dan siswa tersebut menjawab” I’m fine thank you” dan ada juga yang menjawab dengan ujaran yang sama “Yes”. Dengan jawaban seperti itu saya yakin mereka itu tidak memahami apa yang saya maksud. Kemudian saya coba mengganti bahasa pengantar saya dengan Bahasa Indonesia, Siswa-siswiku apabila anda ada yang menyapa dengan ujaran “How do you do” maka anda harus menjawab dengan ungkapan yang sama yaitu dengan Kata “How do you do” Paham, saya pertegas . “Paham Pak”, hampir bersamaan mereka menjawab. Lalu saya coba dengan ujaran lain “ do you Understand?”, saya bertanya kepada mereka dan mereka pun hampir bersamaan menjawab ,“do you understand?” lagi-lagi mereka tidak tepat menjawab pertanyaan dari saya. Kemudian saya coba translate kedalam bahasa Indonesia dan lagi mereka baru paham apa yang saya maksud. Setelah dianggap memahami saya ajukan pertanyaan yang sama “Good morning?” mereka menjawab, “Good morning”, selanjutnya saya sapa “How do you do?” mereka menjawab “How do you do”.
Setelah memahami pertanyaan awal saya melanjutkan kepada materi berikutnya dengan sebelumnya menyebutkan Standar Kopetensi, kompetensi Dasar, Indikator dan Tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah pembelajaran selesai.
Selanjutnya saya melanjutkan pada materi pokok yaitu tentang”Greeting” dimana Language skill yang dilakukan adalah listening skill dimana para siswa dituntut untuk memahawi dan mencoba menjawab apa yang saya katakan dari mulai sapaan yang umum yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti.
Karenaitu merupakan pertemuan yang pertama kalinya maka kami mencoba memperkenalkan diri dulu “Have you known me before?”, saya coba ajukan pertanyaan kepada mereka, tapi seperti biasa mereka hanya menjawab dengan senyuman dan saling pandang dengan teman-temannya meskipun ada juga diantara mereka yang menjawab “Yes” dan “No” tapi hal itu belum begitu yakin dengan jawaban mereka apakah mereka paham atau tidak sebab jawaban mereka banyak yang kontradiktif seperti halnya mereka yang menjawab “No” padahal saya yakin mereka mengenal saya sebab mereka sedaerah dengan saya begitupun dengan mereka yang menjawab “Yes” saya merasa belum yakin karena hari itu adalah pertemuan pertama bagi saya.
Demi meyakinkan saya dengan pemahaman mereka saya coba tanya mereka dengan menggunakan bahasa Indonesia “Apakah anda tahu kira-kira apa maksud dari pertanyaan saya barusan?”, Kata saya. Kemudian mereka hampir kompak menjawab, “Tidak Pak, Tidak Ngerti”.”Apa artinya Pak”, Kata seorang siswa laki-laki yang duduk paling belakang. ‘Ada yang tahu?”, saya bertanya kepada mereka barang kali ada diantara mereka yang tahu namun mereka malah menggelekan kepala bahkan ada yang sepertinya menghindar seolah takut ditanya sama saya. Kemudian saya terangkan tentang pertanyaan saya tadi dan mencoba mengingatkan mereka dengan ujaran yang pernah diterangkan sebelumnya,” Do you undertand?”mereka menjawab, “Yes sә:r” dan nampak mereka baru paham dengan apa yang saya maksud karena dengan pertanyaan yang sama hampir dari mereka menjawab yang realistis.
Kejadian seperti itu memang bukanlah hal yang pertama dan bukan terjadi pada kelas pemula saja dan saya selaku guru bahasa yang dianggap masih asing sering mengaduk-ngadukan bahasa karena saya sering menerima saran dari mereka tuk mentranslate kata-kata yang dianggap baru didengar di telinga mereka dan itu pun dilakukan mengingat pengalaman masa sekolah saya yang kadang merasa mengerti apabila si guru menjelaskan dalam bahasa ibu meskipun saya menyadari bahwa dalam mengajar bahasa Inggris saya harus menggunakan bahasa penuturnya bahasa Inggris tapi saya juga meyakini bahwa tidak ada metode yang bagus melainkan metode tersebut mampu membuat siswa paham dan mengerti apa yang maksud dan mampu mengaplikasikannya setelah proses pembelajaran itu berakhir atau dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir pembelajaran saya mencoba menyimpulkan tentang apa yang saya ajarkan saat itu dan saya memberikan kesempatan kepada siswa barang kali ada yang mau bertanya “any questions?”, tanya saya kepada mereka “No”, sebagian besar menjawab namun, ada 2atau 3 siswa yang nampak diam tidak menjawab. Kemudian saya bertanya kepada mereka “ do you understand?” dengan malu-malu mereka menjawab,” Tidak Pak”. Lalu sayame lanjutkan pertanyaan saya,”So, what things that make you no understand” dan mentranslatenya kedalam bahasa Indonesia supaya lebih paham dengan apa yang saya katakan,”Lalu apa yang membuat anda tidak paham?” yang menjadi bingung mereka menjawab,”tidak tahu Pak”. Yang membuat bingung mereka tidak tahu dengan apa yang membuat mereka tidak paham.

Hasil identifikasi Masalah:
Masalah Pembelajaran yang Muncul di Kelas
1. Pada saat tanya jawab, siswa cenderung takut atau malu dengan pertanyaan guru;
2. Sebagian besar siswa tidak bisa menjawab dengan benar pertanyaan yang guru ajukan;
3. Kurang Kosentrasi saat pembelajaran berlangsung;
4. Siswa tidak bisa menyebutkan apa yang membuat dia tidak paham.
Masalah yang akan dianalisis adalah masalah no 2.
 Sebagiab besar siswa tidak bisa menjawab dengan benar pertanyaan yang guru ajukan

Analisis Masalah:
 1. Siswa tidak mengerti arti pertanyaan yang guru ajukan;
2. Masih rendahnya kosa kata yang mereka miliki
Rumusan Masalah:
Apakah Metode “Mixing Code” bisa meningkatkan pengetahuan kosa kata siswa?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar